5 Fakta Unik di Istana Cipanas

Indonesia memiliki beberapa istana kepresidenan. Istana kepresidenan yang dijadikan lokasi ‘ngantor’ resmi presiden, jelas namanya paling kondang di antara banyak nama istana yang lain. Istana Bogor pun namanya kerap disebut. Namun, ada satu lagi istana kepresidenan yang menarik untuk ditelisik. Adalah Istana Cipanas yang lokasinya ada di kaki Gunung Gede, Jawa Barat. Berlokasi sekitar 103 km dari Jakarta ke arah Bandung, inilah 5 fakta unik Istana Cipanas yang sudah Trip Adventure Indonsia himpun dari berbagai sumber.

Bergaya rumah musim panas Eropa dipadu arsitektur tropis

Merunut sejarahnya, Istana Cipanas dibangun pada medio pertama abad ke-18, tepatnya pada 1742. Penggagasnya adalah Gubernur Jenderal Van Imhoff—yang juga penggagas lahirnya Biuten Zorg atau Bogor. Kisah sejarah menyebut jika rombongan Van Imhoff tiba di Cisarua dan terus mendaki kea rah Puncak hingga menemukan sumber air panas yang menyembur di bawah sebuah pohon karet munding. Ia pun lantas menyukai tempat ini dan berniat mendirikan rumah. Juru ukur pun segera dikirim utnuk membuat peta dan mematok kapling demi mewujudkan bangunan impiannya itu. Bangunan itu sendiri dibangun dengan perpaduan arsitektur tropis dan gaya bangunan musim panas a la Eropa.

Dibangun cukup singkat

Berbeda dengan kebanyakan bangunan Belanda lainnya di Indonesia yang jika diusut ternyata pembangunannya memakan waktu puluhan tahun bahkan lebih, Istana Cipanas dibangun dalam waktu yang cukup singkat. Dimulai apda 1742, pembangunannya telah purna pada 1746. Waktu ini sangat singkat jika membandingkan dengan besar dan detilnya bangunan yang dibuat—belum lagi mengingat teknologi pertukangan kala itu belum secanggih saat ini.

Dibuat dengan material kokoh

Bukan rahasia memang jika bangunan Belanda yang ada di Indonesia, terkenal kuat. Meski telah berusia ratusan tahun, bangunan tetap kokoh berdiri. Di balik rahasia itu adalah penggunaan material yang mumpuni. Istana Cipanas sendiri diperkuat dengan besi cor pada bangunannya. Hal ini tentu terbilang canggih di zamannya. Lebih dari itu, katu-kayu yang digunakan pun adalah pilihan. Diketahui kayu jati digunakan hampir di seluruh konstruksi bangunan yang dibuat. Dalam pembangunannya, istana tersebut juga mempekerjakan para tukang kayu asal Tegal dan Banyumas yang dikenal memiliki hasil bagus dan rapi.

Memiliki Hutan dan Sumber Air Panas

Istana Cipanas benar-benar unik. Selain ukurannya yang luas, istana ini adalah satu-satunya istana kepresidenan di Tanah Air yang memiliki hutan penyangga di sekitarnya. Lebih dari itu, sumber mata air panas pun ada di dalamnya. Malahan ada dua paviliun yang memiliki sumber air panas di dalamnya. Sumber air panas di sini tidak banyak mengandung belerang, karena bersumber dari tanah dan bukan dari kawah. Dengan demikian, dibandingkan dengan sumber mata air panas lainnya, cenderung lebih aman digunakan berendam dan diyakini bisa menghilangkan berbagai penyakit kulit.

Memiliki tempat untuk merenung bernama Gedung Bentol

Bergeser dari masa kolonial, pasca kemerdekaan tepatnya ada 1954, Presiden Soekarno kala itu memerintahkan 2 arsitek, yaitu R.M. Soedarsono dan F. Silaban untuk mendesain sebuah studio terpencil di salah satu puncak bukit di lingkungan Istana Cipanas. Ruangan ini dijadikan sebagai tampat merenung. Tempat perenungan yang kemudian dinamaka Gedung Bentol ini, konon menjadi tempat Soekarno menulis, mulai dari catatan ringan hingga pidato kenegaraan.

Nah, demikian 5 fakta unik di Istana Cipnas. Tentu, masih banyak hal menarik lainnya selain beberapa fakta di atas. Apa saja itu? Dari pada penasaran, yuks siapkan waktu liburanmu untuk berkunjung ke Istana Cipanas bersama Trip Adventure Indonesia. (y)

Tag: 5 Fakta Unik di Istana Cipanas, Van Imhoff, pembangunan Istana Cipanas, lama Istana Cipanas dibangun, sejarah Istana Cipanas, Trip Adventure Indonesia, Gunung Gede, Gedung Bentol, Istana Kepresidenan Jakarta, Istana Bogor, Buiten Zorg, R.M. Soedarsono,  F. Silaban

2020-01-07T09:33:13+00:00
Chat via Whatsapp