5 Kuliner Lezat di Bogor yang Sudah Ada Sejak Lama

5 Kuliner Lezat di Bogor yang Sudah Ada Sejak lama

 

Kota Bogor memang dikenal sebagai salah satu kota tujuan wisata dengan ragam kuliner yang melimpah. Meski di tengah maraknya bisnis kuliner yang menjamur di Kota Hujan ini, nyatanya terdapat beberapa kuliner lawas yang masih bertahan hingga kini.

Ingin tahu kuliner apa saja itu? Berikut Trip Adventure Indonesia berikan ulasannya.

Lumpia Basah Suryakencana (Pak Alen)

Apabila berkunjung ke Jalan Suryakencana Bogor, tepatnya di depang Ngo Hiong, Anda akan menemukan sebuah gerobak hijau. Gerobak tersebut adalah milik Pak Alen yang sudah berjualan sejak tahun 1972.

Lumpia basah Pak Alen sangat khas karena isian yang terdiri dari telur, bengkuang, tahu goreng, dan tauge akan ditumis di atas kuali arang. Setelah matang, isian akan dituang di atas kulit lumpia untuk dilipat, lalu dibungkus daun pisang.

Cungkring Pak Jumat

Sekitar pukul 7 pagi, tepatnya sebelum perempatan Gang Aut di sebelah kiri Jalan Suryakencana menuju arah puncak – terdapat seorang pedagang dengan pikulan berwarna hijau. Pikulan tersebut menawarkan aneka potongan dari kaki sapi yang siap disantap dengan lontong, keripik, dengan guyuran bumbu sate.

Deden adalah penjual dari kuliner yang kondang dengan nama ‘Cungkring Pak Jumat’ ini. Usaha ini didapatkan dari ayahnya yang sudah berjualan sejak tahun 1975.

Terdapat empat jenis cungkring yang dijual, yakni kulit, kikil, dampal, dan urat. Urat adalah salah satu bagian yang paling difavoritkan para pelanggan. Sebaiknya datanglah sepagi mungkin agar tak kehabisan.

Soto Bogor Pa’ Salam

Soto kuning merupakan salah satu kuliner khas dari kota Bogor. Dari sekian banyak penjual, soto kuning buatan Pa’ Salam terbilang cukup legendaris di Bogor.

Soto ini dijajakan di warung tenda Jalan Siliwangi No.298, Sukasari. Dalam satu porsinya, Anda akan mendapatkan sajian daging dan aneka jeroan sapi yang bisa dipilih sesuai selera.

Kuliner yang satu ini diketahui sudah berdiri sejak tahun 1980-an. Meski terasa pekat dan gurih, tetapi soto kuning yang satu ini dikenal memiliki rasa yang tidak terlalu berlemak.

Warung Laksa Pak Inin

Pada salah satu lokasi di Cijeruk, Cihideung, terdapat sebuah warung laksa yang kerap dipadati pembeli, yaitu Warung Laksa Pak Inin. Bertempat di sebuah bangunan yang sederhana, warung laksa ini sudah berdiri sejak tahun 1965.

Satu porsi laksa yang disajikan di warung ini terdiri dari potongan ketupat, bihun, tauge, telur rebus, serta daun kemangi yang disiram dengan kuah kental berwarna kuning. Tak ketinggalan, taburan oncom pada bagian atasnya.

Apabila berkunjung saat akhir pekan, siap-siap mengantri untuk menikmati seporsi laksa lezat di tempat ini.

Doclang Pak Odik

Doclang merupakan kuliner khas Bogor yang memiliki penampakan mirip dengan ketoprak. Doclang Pak Odik yang berlokasi di Jalan Pasir Kuda no.23 merupakan tempat makan doclang yang sudah ada sejak tahun 1976.

Dalam penyajiannya, doclang ini terdiri dari pesor – lontong yang dibungkus daun patat, tahu goreng, kentang rebus, dan jika suka bisa ditambahkan telur rebus. Sajian semakin lengkap saat saus kacang manis ditambahkan di atasnya, beserta kecap cap Zebra.

Doclang Pak Odik favorit disantap saat sarapan. Tempat ini buka mulai pukul 7 pagi hingga pukul 3 sore.

Demikianlah beberapa kuliner legendaris Bogor yang masih bertahan hingga saat ini versi Trip Adventure Indonesia. Meski sudah sangat lama, tetapi sejumlah kuliner yang telah disebutkan di atas masih tetap diminati karena kelezatan rasanya. (AS)

Tag: 5 Kuliner Legendaris Bogor, Wisata Kuliner di Bogor, Lumpia Basah Pak Alen Suryakencana, Cungkring Pak Jumat, Soto Bogor Pa’ Salam, Warung Laksa Pak Inin, Doclang Pak Odik, Trip Adventure Indonesia

 

Outbound Puncak : 08121070343

2020-04-25T14:43:50+00:00
Chat via Whatsapp